KPK Tahan Pegawai Bea Cukai Priok
Kasus Suap di Pabean
Selasa, 23 Desember 2008 – 01:48 WIB
JAKARTA – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Mei 2008, berbuntut. KPK membidik para pegawai yang diduga menerima suap dalam pengurusan dokumen kepabeanan itu. Yang terbaru, KPK menahan Agus Syafiin Pane, pejabat pemeriksa dokumen yang diduga menerima suap Rp 105 juta, Senin (22/12).
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengungkapkan, penahanan terhadap Agus dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani penyidikan pukul 19.15. Setidaknya, untuk 20 hari ke depan, Agus harus menghabiskan hari-harinya di Lapas Cipinang. ’’Dia kami tahan untuk memudahkan penyidikan,’’ jelasnya.
Baca Juga:
Dia menambahkan, Agus dijerat pasal 11 dan pasal 12 UU Tipikor. Pasal itu mengatur tentang penyelenggara negara yang menerima gratifikasi. Agus diduga menerima uang Rp 105 juta sebagai imbalan mengurus dokumen kepabeanan.
Akhir Mei lalu, KPK menggeledah kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Saat itu, KPK menemukan Rp 500 juta dari laci para pegawai. Selain itu, ditemukan dokumen penerimaan transfer, cek, dan banyak amplop yang ditujukan kepada pejabat setempat.
JAKARTA – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Mei 2008, berbuntut. KPK membidik para
BERITA TERKAIT
- Gibran Cek Lokasi Pengungsian Erupsi Gunung Lewotobi, Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
- Istri Kapolri Tinjau Penyaluran Air Bersih Untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi
- Pengusaha Muda Harus Siap Menghadapi Perubahan Jakarta Menuju Kota Global
- Menyerap Aspirasi demi Melahirkan Kekuatan Baru Ekonomi Kreatif
- Pernyataan Meutya Hafid soal Mata Pelaran Coding Masuk ke Kurikulum SD-SMP, Simak
- Irjen Aan Suhanan Ungkap Fakta Terbaru Soal Kecelakaan di Tol Cipularang