KPK Tak Tutup Kemungkinan Sindu Malik jadi Tersangka
Sabtu, 08 Oktober 2011 – 08:00 WIB
Nah, dari situlah akhirnya muncul bahwa Sindu berkomplot dengan Ali Mudhori. Tak hanya muncul juga sosok Iskandar Pasajo alias Acos. Menurut, Nyoman kegitanya memperkenalkan diri sebagai konsultan badan anggaran (Banggar).
Maka sesuai dengan tugasnya Nyoman pun menyusun dan merencanakan proyek apa saja yang akan diberikan kepada daerah. Dari situ, maka komplotan ini mencari mangsa. Yakni para pengusaha yang berminat menjalankan proyek tersebut di daerah. Maka muncullah PT Alam Jaya Papua yang diwakili Dharnawati.
PT Alam Jaya Papua berminat sebagai pemenang proyek di empat kabupaten di Papua dengan nilai proyek Rp 73 miliar. Syaratnya, Dharnawati harus menyetor 10 persen dari nilai kontrak atau sebesar Rp 7,3 miliar sebagai komitmen fee.
"Jadi sebenarnya uang Rp 1,5 miliar yang kami sita itu belum semuanya. Masih ada rentetannya. Tapi kami tidak mau ambil resiko, jadi langsung kami tangkap waktu ada transaksi Rp 1,5 miliar itu," kata seorang sumber di KPK. Tak hanya itu, Dharnawati setelah diperiksa Selasa (4/10) mengatakan bahwa berdasarkan omongan Acoz 5 persen dari komitmen fee itu akan diserahkan ke Banggar, sedang sisanya, menurut Sindu merupakan jatah Kemenkeu. (kuh)
JAKARTA - Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan hingga kini pihaknya masih terus menelusuri dugaan kasus suap kemenakertrans. Dan untuk Sindu Malik
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Belasan Ketum Kadin Daerah Gugat Pelaksanaan Munaslub 2024
- Menag Dikirimi Sejumlah Barang Berharga oleh Orang Misterius
- Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang: Keterangan Siapa yang Benar?
- Usut Kasus Investasi Fiktif, KPK Panggil Petinggi PT. Insight Investmen Management dan PT Taspen
- Wayan Sudirta Soroti Sejumlah Persoalan di Institusi Polri Termasuk Kasus Penembakan Anggota Paskibraka di Semarang
- Aktif Dorong Reformasi Keuangan, Misbakhun Raih Penghargaan