KPK Tetapkan Jaksa Sistoyo Sebagai Tersangka
Selasa, 22 November 2011 – 19:18 WIB

KPK Tetapkan Jaksa Sistoyo Sebagai Tersangka
JAKARTA - Jaksa Sistoyo bersama dua orang lainnya, Edward dan Anton Bambang, yang tertangkap tangan serah terima uang di dalam mobil di halaman parkir Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Setelah melakukan proses pemeriksaan sejak kemarin sampai hari ini, jaksa berinisial S, kemudian pengusaha dengan inisial E dan temannya inisial AB, tadi diputuskan untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan, dengan ketiganya sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada wartawan di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/11).
Johan menjelaskan, jaksa Sistoyo diduga melanggar Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana sudah diubah menjadi UU Nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi, pasal 5 ayat 2, pasal 11 dan atau pasal 12 a dan b. Sedangkan untuk E dan AB diduga melanggar pasal 5 ayat 1 dan atau pasal 12.
"Bersama itu juga KPK sudah menyita barang bukti (babuk) berupa uang senilai Rp99,9 juta dan sebuah mobil," sebut Johan. Hingga Selasa (22/11) malam, tambah Johan, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik KPK. (fir/jpnn)
JAKARTA - Jaksa Sistoyo bersama dua orang lainnya, Edward dan Anton Bambang, yang tertangkap tangan serah terima uang di dalam mobil di halaman parkir
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Begitu Pensiun, PPPK Tidak Mendapatkan Apa Pun
- Marak PHK, Wamenaker: Masih Banyak Lapangan Kerja
- Bank Mega & IHH Healthcare Singapura Bersinergi Beri Layanan Kesehatan bagi Nasabah MegaFirst
- Bamus Betawi Berpartisipasi dalam Kegiatan Internasional Malaysia Madani
- Level Up Peradi: UU Desain Industri Sudah Kedaluwarsa, Harus Direvisi
- Soal Polemik THR Mitra, Pakar: Tuntutan Populis yang Kontradiktif dengan Regulasi