KPPU Batam Sebut BC Tutup Mata soal Masuknya Daging Sapi Ilegal

jpnn.com - BATAM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam tetap menyakini bahwa daging sapi ilegal marak beredar di Batam, Kepulauan Riau.
Meski banyak pihak yang meragukan pernyataan tersebut namun, KPPU yakin dengan data mereka terkait maraknya peredaran daging sapi asal India tersebut di Batam.
Seperti disampaikan sebelumnya, KPPU mencatat setiap hari ada 10 ton daging sapi ilegal yang beredar di pasaran. Namun data ini pernah dibantah oleh Bea dan Cukai (BC) Batam serta Balai Karantina Pertanian (BPK) Kelas I Batam.
Mereka menyebut data KPPU tersebut tidak akurat. Bahkan BC Batam menuding KPPU hanya sebagai corong pengusaha yang terlibat dalam persaingan bisnis daging di Batam.
"Kalau banyak yang mempertanyakan data itu, mari kita balik pertanyaannya. Apakah mungkin masyarakat Batam yang sebanyak 1,2 juta jiwa ini mengonsumsi hanya 1 ton daging sapi setiap hari?" ujar Kepala KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar, saat ditemui di kantornya, seperti dikutip dari batampos (Jawa Pos Group).
Untuk itu Lukman mengaku akan serius mengusut kasus daging sapi ilegal ini. Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Kepri.
"Kapolda (Kepri) katanya ingin bertemu. Dirkrimsus (Direktur Reserse Kriminal Khusus) juga sudah menghubungi," katanya.
Lukman menjelaskan, angka 10 ton daging impor ilegal yang beredar setiap hari di Batam itu merupakan data dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Batam. Ini selisih dari kebutuhan daging sapi masyarakat Batam dan kemampuan Batam memenuhi kebutuhan tersebut.
BATAM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam tetap menyakini bahwa daging sapi ilegal marak beredar di Batam,
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Cari Wisatawan Hilang di Pangandaran, Tim SAR Gabungan Bentuk 2 Tim
- Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diterapkan 6 April 2025 dari GT Kalikangkung
- Arus Balik Lebaran, Jalur Nagreg Menuju Bandung Dipadati Kendaraan pada Kamis Malam
- Oknum TNI Diduga Melindungi Tambang Emas Ilegal, Ini Respons Kodam Pattimura
- 18 Mobil Terbakar di Banjarbaru, Kok Bisa?