KPU Kaji Lima Putusan MA
Rabu, 29 Juli 2009 – 13:49 WIB

KPU Kaji Lima Putusan MA
JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepertinya tak terima begitu saja dengan semua putusan Makama Agung (MA). Dari sekian putusan MA terkait proses pemilihan legislatif lalu, sebanyak lima putusan di antaranya akan dikaji ulang oleh KPU.
Anggota KPU I Gusti Putu Artha mengungkapkan, kelima putusan tersebut adalah, pertama, putusan pembatalan peraturan penghitungan suara pemilihan legislatif tahap ketiga yang diajukan Deddy Djamaluddin Malik dari PAN.
Baca Juga:
Kedua, pembatalan penolakan uji materiil (judicial review) Hasto Kristiyanto dari PDIP. Ketiga, putusan pembatalan pasal 22 dan pasal 23 UU Pemilu yang diajukan Partai Demokrat. Keempat, gugatan uji materiil tentang tata cara cara penghitungan kursi DPRD Provinsi, Kabupaten, Kota yang diajukan legiator Partai Golkar Sulawesi Selatan. Dan kelima, putusan MA tentang tata cara penghitungan kursi DPRD Provinsi, Kabupaten, Kota yang diajukan calon legislator Muhammad Rusdi dari Malang.
"Saat ini KPU masih melakukan pendalaman tentang gugatan dan putusan ini. Setidaknya kami butuh waktu untuk mengambil kesimpulan yang tepat. Sebab ini menyangkut masalah hidup dan mati," kata Putu ketika ditemui media ini di kantor KPU, Rabu (29/7).
JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepertinya tak terima begitu saja dengan semua putusan Makama Agung (MA). Dari sekian putusan MA terkait proses
BERITA TERKAIT
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini
- Pemprov Jabar Siapkan Bantuan Anggaran untuk PSU Pilkada Kabupaten Tasikmalaya
- APTISI Ungkap Dugaan Jual Beli Anggaran KIP Kuliah di Parlemen, MKD Siap Tindaklanjuti