Krim Kulit Kegemaran Warga China Ancam Kehidupan Gajah Myanmar

Pemburu menggunakan senjata buatan sendiri dan panah berujung racun yang kuat untuk menjerumuskan gajah dalam kematian yang lambat dan menyiksa.
"Dua atau tiga hari kemudian, racun telah menyebar ke seluruh tubuh, setiap inci kulit mengandung racun," kata Aung Myo Chit.
Racun itu kemudian dikonsumsi atau digosokkan ke kulit pelanggan.
Kewenangan negara
Para konservasionis mengatakan tindakan mendesak diperlukan untuk melindungi 2.000 ekor gajah liar Myanmar.
Minggu ini, konferensi Illegal Wildlife Trade (Perdagangan Satwa Liar Ilegal) diadakan di London. Meski perlindungan gajah Afrika dijadikan topik utama, perdagangan kulit gajah Asia yang berkembang bukan merupakan agenda utama.
Para aktivis mencoba mengalihkan pembicaraan; mereka ingin dunia melihat perburuan kulit gajah sebagai perdagangan gading yang baru.
"Sebagai negara, kami menyadari berbagai ancaman yang dihadapi oleh gajah Asia dan khawatir bahwa masalah kulit akan meluas ke semua negara jika tidak dihentikan," sebut Ranjan Marasinghe, kepala penegak hukum di Departemen Konservasi Satwa Liar Sri Lanka.

- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana