Kritik Jokowi di Acara MUI, Anwar Abbas Dinilai Bajak Momen Emas Umat

Sembilan resolusi yang disepakati tersebut adalah: Gerakan produksi dan belanja produk nasional; Menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia; Optimalisasi zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf atau ziswaf sebagai penggerak ekonomi umat.
"Jika menengok ke belakang, kegaduhan akibat pernyataan Buya Anwar bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya dia juga pernah viral akibat pernyataan bubarkan saja republik Indonesia saat merespons isu bubarkan MUI," paparnya.
Menurut Bandot, untuk ulama seperti Buya Anwar, bukan polemik di mimbar media massa yang dibutuhkan.
Tetapi, nasihat tertutup yang disampaikan secara akrab kepada penguasa.
Sebab, adab menyampaikan pendapat kepada penguasa adalah dengan menggenggam tangan penguasa dan menyampaikan dengan lembut.
Apalagi, sesuai pengakuannya, Buya Abbas memiliki akses untuk berjumpa dengan Presiden Joko Widodo.
"Peran MUI dan ulama yang diharapkan oleh umat tentunya bisa menjadi penyambung lidah umat. Ulama yang mampu menyampaikan persoalan umat ke penguasa, sekaligus menjadi pembela umat saat menghadapi penguasa. Namun, peran tersebut tidak bisa digabungkan menjadi oposisi. Karena, peran Ulama sebaiknya adalah penengah," imbuhnya.
Dia menyatakan, jika ingin mengagungkan MUI, maka Anwar Abbas mesti memposisikan organisasi tersebut sebagai penasihat penguasa dalam urusan keumatan.
Setidaknya ada dua alasan umat Islam kehilangan momen emas akibat celoteh Anwar Abbas.
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- BAZNAS, MUI, dan Kemenbud Gelar Nobar Film Peraih Oscar No Other Land
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- BAZNAS Ajak Umat Islam Tunaikan Zakat di 10 Hari Terakhir Ramadan
- Massa Tolak Promosi LGBT Demo di Kantor MUI
- DMDI Indonesia Jadi Tuan Rumah Majelis Tilawah Al-Qur’an Antarbangsa