Kritik Rizal Ramli Soal Utang Indonesia Menohok Sri Mulyani
"Misalnya, bank pasang pengumunan kredit di sini 15 persen. Pengusaha atau negara lain yang datang nego, Pak, bisa enggak bunganya 14 persen, bisa enggak lebih murah. Nah, Menkeu kita terbalik. Dia datang ke banknya, Pak, saya mau minjam 10 tahun bunganya bukan 15 persen, saya mau bayar 17 persen. Ya diangkat-angkat (dipuji)," tuturnya.
Menurut Menko Ekonomi di era Presiden Gus Dur ini, tidak ada satu pun menteri keuangan di seluruh dunia yang mau bayar bunga utang lebih mahal 2-3 persen.
Apa lagi rating Indonesia lebih tinggi dari Filipina, Thailand, dan Vietnam, seharusnya kalau meminjam bunganya malah 1-2 persen di bawah mereka.
"Tetapi Sri Mulyani pinjam 2 persen di atas ini. Siapa yang bayar? Ya rakyat kita. Jangan anggap enteng 2 persen ya," tandasnya.(esy/jpnn)
Ekonom Rizal Ramli menyoroti kinerja Menkeu Sri Mulyani terutama terkait makin menggunungnya utang Indonesia.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
- IKADIN: UU Ketinggalan Zaman, Penagihan Utang Berbau Otoriter
- Kemenkeu Satu Dorong Kemajuan UMKM Lewat Bazar dan Pendaftaran Sertifikasi Halal
- Arief Poyuono Kaitkan Omongan Prabowo soal Kereta Cepat dengan Utang Negara
- Bertemu Mahfud, Jusuf Hamka Bahas Soal Utang Negara dan Sebuah Surat
- Hashim Tegaskan Prabowo Tak akan Menambah Utang Negara Jika Pendapatan Tidak Naik
- Sri Mulyani Beberkan Kabar Baik soal Kondisi APBN