Kronologi Pembubaran Acara KAMI di Surabaya Versi Gatot, Tiba-tiba Aparat Masuk
Dengan berbagai pertimbangan, Gatot kemudian menyampaikan pada para ulama untuk tidak berangkat ke Gedung Juang.
"Karena banyak kiai sepuh, jadi tidak usah ke sana. Silaturahminya di Jabal Nur. Saya diperkenalkan, demikian juga ketua-ketua kami. Waktu saya naik (berbicara), terdengar suara sound system (dari luar gedung). Saya lanjutkan berbicara," katanya.
Gatot kemudian menyatakan bersama sejumlah peserta diskusi lain bersyukur. Karena dengan adanya rencana diskusi KAMI, ada pihak yang berunjuk rasa.
"Ada demo berarti ada orang yang membayar," katanya.
Gatot mengaku pada pemaparannya di hadapan para ulama, mengingatkan. Agar saat melaksanakan sholat ada yang berjaga-jaga. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tiba-tiba ada aparatur (masuk). Dia tidak bisa menunjukkan surat perintahnya. Saya bilang minta waktu sebentar, kalau tidak bisa terjadi keributan," katanya.
Setelah meminta para peserta untuk tenang dan meminta agar bersedia membubarkan diri, Gatot kemudian menemui para pengunjuk rasa.
"Saya di tengah-tengah kendaraan yang ada sound sytem. Saya melihat demo dibiarkan. Itu juga di dalam ruangan (tempat diskusi) ramai karena yang dari luar masuk," katanya.
Gatot Nurmantyo berbagi cerita soal kronologi pembubaran acara KAMI di Surabaya. Dia bilang begini...
- Satpol PP Surabaya Temukan 2 RHU Jual Miras saat Ramadan
- KAI Daop 8 Tes Narkoba Kepada 100 Pekerja, Ini Hasilnya
- Info Penting, Masyarakat Surabaya Harap Lakukan Ini Sebelum Mudik Lebaran 2025
- Inilah Hasil Drawing Barati Cup International East Java 2025
- Ada Seleksi PPPK 2024, Bukan Berarti Jumlah Guru Bertambah
- JCI East Java Dorong Pengusaha Muda Aktif Mengembangkan Diri