Kronologis Revisi UMP DKI Jakarta 2022 Jadi 5,1 Persen, Ternyata Begini Awalnya

Dia mengungkapkan pada 3 Desember Andri sudah menanyakan terkait surat revisi UMP kepada Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.
Namun Kemenaker tidak memberikan jawaban dan dilimpahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Eks Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI ini menekankan, dalam rentang waktu antara penetapan dan revisi UMP DKI, pihaknya terus berkoordinasi dengan dewan pengupahan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).
“Kami juga sudah bicara langsung dengan Apindo, KADIN. Bagaimana ini, tolong jawabannya, karena kita lagi menunggu. Termasuk juga dari serikat pekerja,” jelasnya
Selanjutnya, Pemprov meminta kajian dan hasil survei dari Bank Indonesia, rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi di angka 5,11 persen.
“Jadi atas dasar itu, kami merevisi SK Gubernur dengan melakukan revisi UMP menggunakan data BPS 5,1,” tutur Andri.
Andri menambahkan, bila APINDO dan KADIN tetap mengikuti PP Nomor 36 Tahun 2021 maka dipersilakan.
Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap berpegang pada revisi UMP yang baru.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi (Disnakergi) DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan kronologi revisi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022
- Kaya Susah
- HIPPI Gelar Rapat Terbatas untuk Rumuskan Arah Ekonomi Anak Bangsa
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Semarak Ramadan, Pelindo Solusi Logistik Berbagi Ribuan Sembako dan Santunan