KSB di Papua Serang Pemerintah dengan Kampanye Propaganda

Hanya dengan melabeli aksi justisial sebagai operasi militer, KSB ingin memperoleh citra sebagai kelompok pejuang kemerdekaan sebuah wilayah terjajah yang ingin menentukan nasib mereka sendiri.
Padahal, KSB menurut Varhan, sejatinya adalah organisasi teror dan kejahatan yang berlindung di balik topeng pejuang kemerdekaan.
Ketiga, labeli operasi militer secara langsung juga diperkirakan untuk menyerang kognisi dan kesadaran warga Papua.
Dengan melabeli operasi militer, Varhan menyebut KSB sedang berupaya merekrut warga Papua menjadi bagian dari kegiatan terornya dengan memberikan delusi makna pada operasi tersebut.
“Untunglah, aparat Polri-TNI tidak mudah terpancing kampanye murahan KSB tersebut," katanya.
Menurut Varhan, Polri-TNI terkesan menegaskan, bahwa kehadiran mereka di Papua bukan untuk operasi militer, dengan mengabaikan berbagai pernyataan KSB yang disiarkan secara maya di laman-laman internet berstandard ganda di luar negeri.
Polri-TNI menegaskan bahwa operasi yang dilakukan murni penegakan hukum terhadap kelompok separatis.
Varhan juga menyebut, kehadiran Polri-TNI di Papua juga untuk memastikan negara hadir melakukan penegakan hukum terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran hukum.
KSB di Papua mencoba menyerang pemerintah dengan menebar kampanye propaganda terkait operasi Polri-TNI.
- Bentrok Antarwarga di Maluku, Gubernur dan 2 Jenderal Turun Tangan
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- 5 Berita Terpopuler: Dokter Terawan Buka-Bukaan, Gaji PPPK Sudah Disiapkan, Segera Cek Lokasi ATM Deh!
- Arus Mudik Lebaran Lancar, Anggota DPR Apresiasi Kerja Keras Korlantas Polri