KTT ASEAN: Presiden Jokowi Ungkap Kekecewaan terhadap Myanmar

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyoroti sikap Myanmar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-38 dan ke-39 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan menyayangkan sikap Myanmar.
Presiden memandang Myanmar “tidak menyambut baik uluran tangan ASEAN sebagai keluarga, untuk membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya”.
Pernyataan tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam pengarahan pers usai KTT tersebut, diakses dari Jakarta, Selasa.
“Akses yang diminta oleh Utusan Khusus ASEAN, untuk dapat bertemu dengan semua pihak terkait, sampai saat-saat akhir menjelang KTT masih belum diberikan oleh Militer Myanmar,” jelas Menlu.
Seperti diberitakan sebelumnya, para menlu ASEAN memutuskan untuk tak mengikutsertakan pemimpin junta Myanmar dalam KTT, sesuai keputusan yang dicapai pada pertemuan tingkat menteri ASEAN.
Meski demikian, perwakilan dari Myanmar tetap diundang pada level non-politik.
“Namun, sampai pelaksanaan KTT, Myanmar tidak menyampaikan wakil pada level non-politik. Layar untuk Myanmar tetap disiapkan. Myanmar adalah anggota ASEAN,” tegas Menlu.
Keputusan untuk mengundang wakil Myanmar pada tingkat non-politik, menurut Menlu, merupakan keputusan yang berat namun harus dilakukan.
Presiden Jokowi menyebut sikap pemerintah junta militer di Myanmar kepada ASEAN amat sangat disayangkan
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Prabowo Bakal Lepas Misi Kemanusiaan ke Myanmar 3 April
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar