Kuasa Hukum: Kita Harus Bangkit Melawan Bu
jpnn.com, JAKARTA - Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani ditangkap polisi dan sudah diserahkan ke KPK.
Politikus Partai Hanura yang merupakan saksi kasus dugaan megakorupsi e-KTP itu dia ditangkap di lobi hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan kemarin dini hari (1/5).
Tim pengintai yang dibentuk Polda Metro Jaya sempat mengubernya hingga ke Bandung.
Tim kuasa hukum Miryam menampik tudingan bahwa Miryam pergi ke Bandung untuk melarikan diri. Pengacara Miryam, Aga Khan menyebutkan, Miryam ke Bandung hanya ingin berdiskusi dengan beberapa kerabatnya.
Diskusi itu terbatas mengenai status tersangka dalam dugaan pemberian keterangan palsu. ”Bu Miryam itu tidak kabur. Dia masih kalut hatinya. Dia ketemu saudaranya untuk bertanya mengenai langkah apa yang harus diambil terkait status tersangka,” bebernya.
Aga menyebutkan, dirinya belum bertemu dengan Miryam sejak 26 April. Tepatnya, pasca KPK meminta Polri untuk menerbitkan edaran DPO.
Dia mengatakan, kali terakhir kontak dengan Miryam, ia menguatkan hati Miryam. ”Saya bilang, kita harus bangkit melawan Bu. Buktikan apa yang benar,” ujarnya.
Menurut dia, sikap KPK dengan menetapkan kliennya sebagai tersangka sangat tidak masuk akal. Dia keberatan dengan sikap KPK.
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani ditangkap polisi dan sudah diserahkan ke KPK.
- Pasutri Pelaku Penipuan Bermodus Jual Tiket Pesawat dengan Harga Promo Ditangkap
- Tanggapi Survei Citra Penegak Hukum, MAKI Sebut Kejaksaan yang Terbaik
- Pengamat Pertanyakan Lonjakan Citra Positif KPK
- Ragukan Survei Kompas, Pakar Pidana Sebut KPK Cuma Tangani Kasus Kecil
- Pakar Ragukan Hasil Survei Kompas soal Citra Positif KPK, 5 Kasus Ini Jadi Alasannya
- KSST Desak KPK Tuntaskan Dugaan Kasus Korupsi Lelang Saham PT GBU