Kuasa Hukum Menganggap Pemeriksaan Edy Mulyadi Sangat Cepat, Begini Kata Pakar

jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menanggapi soal kuasa hukum Edy Mulyadi, Juju Purwanto yang menyoroti Bareskrim Polri begitu cepat dalam menjadwalkan pemeriksaan kepada kliennya.
Abdul mengatakan apabila Juju menganggap pemanggilan terhadap kliennya begitu cepat maka kuasa hukum Edy itu bisa membawa kasus tersebut ke praperadilan.
"Tersangka atau penasehat hukumnya akan lebih baik dan lebih jelas membawanya ke praperadilan agar pemanggilan atau tindakan kepolisian lainnya dinyatakan tidak sah," kata Abdul kepada JPNN.com, Senin (31/1).
Menurut Abdul, tepat atau tidaknya pemanggilan terhadap Edy oleh Bareskrim Polri bisa diuji di praperadilan.
"Ada atau tidaknya prosedur yang dilanggar atau keabsahannya bisa diuji melalui praperadilan di pengadilan," ujar Abdul.
Sebelumnya, salah satu kuasa hukum Edy Mulyadi, Juju Purwanto menyoroti Bareskrim Polri yang begitu cepat dalam menjadwalkan pemeriksaan kepada kliennya, dalam kasus dugaan ujaran kebencian.
Menurut Juju, perbuatan yang diduga dilakukan Edy merupakan tindak pidana biasa, yang tak perlu terburu-buru dalam melakukan pengusutan.
"Padahal Edy Mulyadi tidak melakukan pelanggaran pidana berat seperti korupsi atau terorisme," ujar Juju saat dikonfirmasi, Sabtu (29/1).
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menanggapi soal kuasa hukum Edy Mulyadi, Juju Purwanto yang menyoroti Bareskrim Polri begitu cepat dalam menjadwalkan pemeriksaan kepada kliennya, simak selengkapnya.
- Polisi Dinilai Bisa Segera Ungkap Pelaku Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Masalahnya...
- Soal Kasus Hasto Kristiyanto, Pakar Nilai Langkah KPK Bermuatan Politis
- Jelang Lebaran, Pertamina Tindak Tegas SPBU Nakal demi Utamakan Layanan Masyarakat
- Gegara Ini, Pakar Hukum Sebut Sidang Tom Lembong Berpotensi jadi Peradilan Sesat
- Pakar Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Terbatas Pada 2015-2016 Melemahkan Kasus Tom Lembong
- Sahroni Apresiasi Kinerja Bareskrim Mengungkap 4,1 Ton Narkoba dalam 2 Bulan