Kubu Anas tak Sabar Lagi Disidang

jpnn.com - JAKARTA - Kubu Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyidangkan perkara mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu pada awal Februari. Permintaan itu didasari atas tindakan Anas kooperatif terhadap proses hukum yang dihadapinya.
"Kita minta karena kita sudah berkooperatif untuk tidak berlarut-larut, maka perkara ini harus bisa disidangkan paling lambat awal Februari sebelum pemilihan legislatif. Nah pihak penyidik menjanjikan iya, akan melakukan itu," kata pengacara Anas, Carrel Ticualu di KPK, Jakarta, Jumat (17/1).
Karena itu, Carrel meminta KPK agar menepati janji dengan menyidangkan Anas pada awal Februari. Dengan begitu dapat menghindari dugaan bahwa KPK diintervensi secara politik.
"Kalau sidang dilakukan setelah pileg apalagi setelah pemilihan presiden, maka nuansa politisasinya itu kental sekali, seolah-seolah melindungi partai penguasa, bahaya ini kan. Ini juga buat kredibilitas KPK," ujar Carrel.
Anas merupakan tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah dalam proses perencanaan Hambalang atau proyek-proyek lainnya. Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum ini ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Februari 2013 lalu. Ia mendekam di Rumah Tahanan KPK sejak 10 Januari 2014 lalu. (gil/jpnn)
JAKARTA - Kubu Anas Urbaningrum meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyidangkan perkara mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu pada awal Februari.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way
- Kapolri Jamin Harga Pangan Stabil Sesuai HET Saat Ramadan
- Ini Solusi Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK
- Prabowo Tegur Seskab Teddy Gegara Tak Undang Jokowi Saat Peluncuran Bank Emas
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan