Kubu Hamka Yamdhu Soroti KPK Tebang Pilih
Sidang Suap Pemilihan DGS BAnk Indonesia
Selasa, 11 Mei 2010 – 13:16 WIB
JAKARTA- Politisi Partai Golkar, Hamka Yamdhu, terdakwa penerima suap berupa travellers cheque (TC) terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia membenarkan dakwaan JPU menerima dana sebesar Rp500 juta dalam bentuk TC Bank Internasional Indonesia. Hanya saja, dalam pledoi pribadinya yang dibacakan di PN Tipikor, Selasa (11/5), Hamka Yamdhu menyatakan tidak sudi kalau anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi Partai Golkar dijerat dengan pasal suap atau gratifikasi terkait pemilihan DGS Bank Indonesia.
"Karena baik saya pribadi ataupun Ashar Muhklis, tidak pernah menyatakan bahwa TC BII itu untuk pemenangan Miranda Swaray Goeltom sebagai DGS Bank Indonesia," kata Hamka Yamdhu.
Hamka juga menyebutkan bahwa dirinya sudah mengembalikan dana sebesar Rp2 miliar kepada KPK. Uang tersebut merupakan dana yang diterimanya pribadi senilai Rp500 juta dan titipan dari rekan-rekannya yang lain.
Ditambahkan, ada beberapa dakwaan JPU yang tidak benar, seperti pertemuan dirinya dengan Nunun Nurbaeti di Jalan Riau yang sebenarnya tidak pernah terjadi. "Hal itulah yang dikatakan salah satu saksi dalam persidangan. Dan juga tidak pernah dikenalkan dengan Ary Malangjudo," tambahnya.
JAKARTA- Politisi Partai Golkar, Hamka Yamdhu, terdakwa penerima suap berupa travellers cheque (TC) terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS)
BERITA TERKAIT
- Tanggapi Kenaikan Tarif Air di Jakarta, YLKI: Masyarakat Harus Atur Pola Konsumsi
- Kunjungi Gedung Merdeka di Bandung, Menlu Sugiono: Banyak yang Perlu Diperbaiki
- Konsisten Berantas Narkoba di Riau, Anak Buah Irjen Iqbal Amankan 53,6 Kilogram Sabu
- Demi R2 dan R3, MenPAN-RB Terbitkan Surat Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Full Time
- Lewat Optimalisasi PPPK Tahap 2, R1 yang Tersisa Bakal Tuntas
- Bina Pemdes Kemendagri Gelar Village Expo & Sabisa Untuk Peringati Hari Desa