Kubu Prabowo Ungkap 3 Skenario Hitam, Singgung APBD Semarang & Calon Ibu Negara

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman mengungkap tiga skenario hitam penjegalan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Habiburokhman menyampaikan hal itu saat konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (21/1).
"TKN mendeteksi kemungkinan adanya anasir-anasir antidemokrasi yang ingin menjegal Prabowo-Gibran dengan tiga skenario hitam atau dengan cara-cara ilegal," katanya.
Habiburokhman pun membeberkan tiga skenario tersebut.
Pertama, dengan melakukan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif yang merugikan Prabowo-Gibran.
Habiburokhman mengatakan, kecurangan tersebut diduga dilakukan dengan menggunakan kekuasaan kepala daerah atau kementerian/lembaga yang pejabatnya berafiliasi secara politik kepada parpol tertentu yang mendukung paslon tertentu.
Menurut dia, fenomena itu terjadi di berbagai daerah. "Ada dugaan penggunaan APBD Kota Semarang untuk pengadaan motor yang warnanya identik dengan warna parpol tertentu," tuturnya.
"Ada juga dugaan mobilisasi ibu-ibu dharma wanita untuk menghadiri senam bersama istri calon presiden (calon ibu negara) tertentu di Sulawesi Utara 17 Januari 2024," imbuhnya.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman mengungkap tiga skenario dugaan penjegalan paslon nomor urut 2 di Pilpres 2024.
- Setelah Pelantikan Kepala Daerah, Sultan Wacanakan Gubernur Dipilih Secara Tidak Langsung, Simak Penjelasannya
- Wibawa Pemerintahan Prabowo Dipertanyakan Setelah Terbit Instruksi Megawati
- Lucky Hakim Langsung Tancap Gas Seusai Mendapat Arahan Prabowo
- PDIP Menentang Retret Kepala Daerah, Prabowo Terancam Kehilangan Legitimasi Politik
- TNI Bakal Bentuk Kodam Baru di Riau, Mayjen Rio Singgung Arahan Prabowo
- Megawati Dinilai Terlalu Emosional