Kubu SBY Tolak Penundaan Pilpres
Kalau Alasan DPT, Telalu Sederhana
Senin, 06 Juli 2009 – 11:28 WIB

KONTRA- Kubu SBY menggelar prescon menolak usulan penundaan Pilpres. Foto: JP
JAKARTA-Tim Kampanye SBY-Boediono meminta KPU transparan menjelaskan tentang kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) di pemilu presiden. Mereka menilai SBY juga dirugikan bila tidak semua warga negara yang memiliki hak pilih terdaftar sebagai calon pemilih di pilpres. "Semua capres menghendaki hal yang sama. Kita meminta KPU menjelaskan, apabila ada hal-hal yang dikeluhkan masyarakat diberikan buktinya," tutur Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono Hatta Rajasa di Jakarta, Minggu malam (5/7).
"Kami meminta KPU merespon setiap permintaan masyarakat. Kami tidak ingin dirugikan, kalau ada yang tidak terdaftar kami juga dirugikan. Tidak bisa satu capres mengklain suara yang tidak terdaftar itu pasti miliknya," tutur Hatta.
Baca Juga:
Meski demikian, Hatta menolak menjelaskan tentang ada atau tidak kecurangan dalam penetapan daftar pemilih tetap. Dia menilai bukan kapasitasnya mengomentari tugas KPU. "Kami meminta masyarakat yang mengeluh direspon," paparnya.
Hatta sendiri tegas menolak bila penetapan DPT menjadi alasan penundaan pemilu. Itu terlalu sederhana untuk menunda gawe besar yang sudah dirancang matang sejak jauh-jauh hari. Itu juga bisa menciderai demokrasi. Rakyat yang menjadi tidak percaya dengan dunia politik, dan itu berarti kemunduran besar.
JAKARTA-Tim Kampanye SBY-Boediono meminta KPU transparan menjelaskan tentang kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) di pemilu presiden. Mereka menilai
BERITA TERKAIT
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump