Kubu Thaib Anggap DPP Demokrat Tidak Adil
Keputusan Mendahului Pemeriksaan Komwas
Rabu, 06 Juni 2012 – 04:12 WIB

Kubu Thaib Anggap DPP Demokrat Tidak Adil
TERNATE - Pendukung Thaib Armaiyn menyesalkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang memberhentikan Thaib dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku Utara (Malut). Kubu Thaib menilai keputusan DPP tersebut hanya sepihak dan tidak adil.
"Proses pemeriksaan di Komite Pengawas (komwas) Partai Demokrat masih berjalan, tapi DPP sudah mengeluarkan keputusan," ungkap fungsionaris DPD Partai Demokrat Malut kubu Thaib Nurdin Madi lewat ponsel dari Jakarta, Selasa (5/6).
Baca Juga:
Buktinya, kata dia, penunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Malut diputuskan pada 29 Mei. "Sementara pemeriksaan komwas itu baru dimulai tanggal 30 Mei sampai 1 Juni. Harusnya DPP menunggu hasil kajian dari komwas. Keputusan DPP ini menimbulkan pertanyaan. Kenapa keputusan mendahului komwas?" ucapnya.
Nurdin mengatakan seharusnya hasil kerja komwas menjadi bahan pertimbangan dari DPP. "Karena itu, kami sangat menyayangkan keputusan DPP," kata Nurdin yang mengaku belum bisa memastikan apakah Thaib akan tetap mencalonkan diri pada Musda nantii atau tidak. Namun dia menyesalkan jika musda nantinya dilaksanakan di Jakarta.
TERNATE - Pendukung Thaib Armaiyn menyesalkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang memberhentikan Thaib dari jabatan
BERITA TERKAIT
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
- Bupati Tasikmalaya Terpilih Ade Didiskualifikasi MK, KPU Jabar Beralasan Begini
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada