Kudeta
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Akan tetapi, yang terjadi kemudian adalah PDIP justru terlihat sebagai partai sedang panik dan mengalami dilema yang paling sulit yang pernah dihadapi oleh partai ini sepanjang sejarah.
Sampai sekarang PDIP terperangkap dalam perdebatan keras untuk memilih calon presiden, antara Puan Maharani sang putri mahkota vs Ganjar Pranowo yang menjadi unggulan berbagai survei elektibilitas calon presiden.
Dilema ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah berdirinya PDIP 20 tahun terkhir.
Dalam pemilu presiden sebelumnya, PDIP dengan mudah bisa memilih Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden.
Dua kali pilpres, dua kali pula Megawati dimajukan sebagai calon presiden.
Pada dua kali event itu Mega gagal menjadi presiden.
Tidak ada pilihan lain bagi PDIP kecuali harus melirik jago lain yang lebih berpeluang menang.
Maka, pada Pilpres 2014 dengan berat hati Megawati memberikan tiket gratis kepada Jokowi.
Kudeta merangkak ini bisa jadi akan membawa akhir yang tragis bagi karier politik Megawati Soekarnoputri.
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Hari Pertama Lebaran 2025, Kepala IKN Basuki Hadimuljono Kunjungi Rumah Megawati
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir