Kunjungan Turis Tiongkok ke Bali Anjlok 29 Persen

Survei kecil yang dilakukan KBRI, rata-rata masyarakat negeri Tirai Bambu itu mempunyai keinginan luar biasa untuk berkunjung ke Bali.
Nah, adanya trade war antara Amerika dan Tiongkok bisa menjadi salah satu peluang bagi Pulau Dewata. Sebab, pemerintah Tiongkok kini mengeluarkan travel warning ke negara adidaya tersebut.
“Ini peluang karena turis yang ke Amerika kan rata-rata mid class keatas. Outbound itu diperkirakan 180 juta,” ujarnya.
BACA JUGA: Bali Belum Siap Terapkan Pungutan 10 Dollar AS Per Orang ke Turis Asing
Menurut Djauhari, kerja sama perlu dijalin antara Bali dan Indonesia dengan kota-kota di Tiongkok melalui strategi komunikasi.
Termasuk konektivitas lewat penerbangan langsung yang mesti lebih digalakkan lagi. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pendekatan dengan media, terutama surat kabar harian People’s Daily di Tiongkok.
Ketua Bali Tourism Board (BTB) I.B. Agung Partha Adnyana mengatakan, pariwisata tidak bisa hanya sekedar untuk bisnis jual-beli.
Tapi harus ada ikatan emosional yang dibangun. “Jangan dipikir orang Tiongkok itu tahu Bali. Mungkin kecil sekali. Orang Tiongkok butuh produk knowledge buat datang ke Bali lebih banyak,” ujarnya. (rb/feb/mus/JPR)
Penurunan ini imbas dari penutupan toko-toko jaringan mafia Tiongkok di Bali yang melakukan praktik usaha tidak sehat yang terjadi pada tahun lalu.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Yayasan Sole Family Bali dan Perjuangan Melawan Ketidakberdayaan
- Keamanan Wisata Air di Bali Dipertanyakan Setelah Turis Australia Meninggal
- Lapangan Tenis Belum Diserahterimakan, Sudah Dipakai Turnamen Internasional
- Ekspansi Berlanjut, DAIKIN Resmikan Proshop Showroom ke-4 di Bali
- Legislator PDIP Sebut Bandara Buleleng Bakal Memperberat 'Overtourism' di Bali
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya