Kurang Ajar! Abu Sayyaf Berulah Lagi

“Di Malaysia ditampung oleh keluarganya yang bernama M Arsyad. Mereka bekerja di kapal penangkap udang. Hamdan merupakan juragan, sementara Sudarling dan Subandi bertugas sebagai anak buah kapal,” jelasnya pada FAJAR (Jawa Pos Group), Jumat malam.
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga sandera. Dia berjanji Pemkab Bulukumba akan terlibat aktif dalam upaya pembebasan.
“Kita juga akan berkordinasi dengan Pemkab Selayar untuk bersama-sama berjuang membebaskan warga,” katanya.
Pemerintah Kepulauan Selayar juga tak tinggal diam. Bupati Basli Ali sudah mendapat kabar soal dua warganya yang disandera kelompok Abu Sayyaf.
Menurut Basli, dia langsung berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk Polres untuk melacak keberadaan keluarga sandera di Pulau Bembe, Kecamatan Passimasunggu.
“Kita akan jemput dan membawanya ke Kota Benteng. Tujuannya adalah untuk mencari tahu kedua korban ini. Misalnya sejak kapan ia pergi, apa yang ia lakukan di sana, dan mengapa bisa terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Pemerintah setempat, kata Basli, akan berupaya maksimal membebaskan warganya. “Tentu harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya.
Menanggapi kasus ini, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menuturkan seperti penyanderaan sebelumnya, masalah ini sepenuhnya ditangani pusat. Pemerintah pusat disebutnya pasti akan melakukan berbagai upaya.
Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali melakukan aksi penculikan. Kali ini yang menjadi korban tiga warga Sulawesi Selatan.
- Alhamdulillah, Menlu Retno Sampaikan Kabar Terbaik soal Kasus Penyanderaan WNI di Luar Negeri
- Syukurlah, Tidak Ada Lagi WNI yang Disandera Abu Sayyaf
- Berita Duka, Seorang WNI Tewas dalam Baku Tembak di Filipina
- Dua Bom Meledak di Pusat Kota, Puluhan Tentara Jadi Korban
- Abu Sayyaf Dikabarkan Minta Rp 8,4 M, Mahfud MD: Baru Dapat Informasi dari TV
- Mahfud Minta Malaysia Aktif Antisipasi Perompak Kelompok Abu Sayyaf