Kurang Bukti, Pemerintah New South Wales Cabut Tuntutan terhadap Uber

Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, telah menarik tuntutan terhadap dua puluhan sopir layanan taksi pribadi ‘Uber’.
Sementara layanan taksi pribadi ini masih ilegal, Pemerintah NSW telah mencabut tuntutan mereka karena kurangnya bukti, sebuah keputusan disambut lega oleh Uber.
"Tak ada yang harus dihukum untuk menyediakan jasa transportasi yang aman dan terpercaya di kota mereka," tulis manajemen Uber dalam sebuah pernyataan.
"Orang-orang Sydney menyampaikan suara mereka - hampir 4.000 warga Sydney sekarang mendapatkan penghasilan yang fleksibel karena layanan Uber dan ratusan ribu orang memilih Uber untuk berkeliling kota," sambung tulisan itu.
Layanan taksi pribadi berbasis aplikasi ‘Uber’ menyambut keputusan untuk menarik tuntutan.
Industri taksi pribadi ini telah mendapat kritik tajam dari industri taksi, karena belum diatur dan merampas penumpang mereka.
Awal bulan ini, Pemerintah NSW mengumumkan akan mengadakan penyelidikan untuk melihat peluang dalam mengatur Uber sebagai bagian dari tinjauan yang lebih luas, ke dalam tantangan yang dihadapi industri taksi.
Komite penyelidikan independen ini akan memeriksa jasa transportasi individu termasuk taksi, sewa mobil dan layanan taksi pribadi lewat aplikasi.
Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW), Australia, telah menarik tuntutan terhadap dua puluhan sopir layanan taksi pribadi ‘Uber’.Sementara
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana