Kursi Pimpinan Dianggap Penting sebagai Modal Pemilu 2019

jpnn.com - JAKARTA - Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan TB Hasanuddin menegaskan bahwa pembentukan pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR tandingan versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bukanlah semata-mata karena haus kekuasaan.
Menurutnya, inisiatif ini datang karena KIH menilai format AKD versi Koalisi Merah Putih (KMP) kurang proporsional.
"Kami menilai ini kurang proporsional, jadi bukan karena ada rasa tidak puas atau ambisi ingin jadi pimpinan," kata Hasanuddin di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (31/10).
Sebenarnya jelas Hasanuddin, dirinya sudah bersyukur dengan berhasil menjadi anggota DPR lagi seperti sekarang ini.
"Saya sudah sangat bersyukur dengan jabatan saya saat ini. Hanya saja kami (PDI-P) ingin menang lagi di tahun 2019 nanti dan itu perlu modal politik, salah satu dari modal politik itu ya posisi pimpinan ini," tandasnya. (rus/RMOL)
JAKARTA - Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan TB Hasanuddin menegaskan bahwa pembentukan pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD) DPR tandingan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Prabowo dan Pemimpin ASEAN Atur Strategi
- Peluang Pertemuan Mega-Prabowo Masih 50:50, Ray Rangkuti Singgung Hasrat Puan dan Dasco
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor