Laba Bersih Naik 100 Persen, Sinarmas Tak Bagi Dividen
Freenyan melanjutkan, CAR perseroan saat ini hampir mendekati rasio kecukupan modal sejumlah bank besar.
Rasio kecukupan modal bank-bank besar itu berada pada rasio 20 persen.
Nah, dengan rasio modal itu, perusahaan tidak mempunyai rencana melakukan penambahan modal.
”Rasio kecukupan modal masih kuat. Itu yang kami lihat,” ulas Freenyan.
Sepanjang tahun ini, beber Freenyan, perusahaan juga berencana menggunakan sebagian laba bersih untuk belanja modal (capital expenditure/capex).
belanja modal dialokasikan sekitar Rp 100 miliar. Sumber dana itu akan berasal dari laba perusahaan dan sisa penawaran umum terbatas dua.
Nantinya, belanja modal itu akan lebih banyak dipakai untuk pengembangan teknologi informasi (IT) dan mobile banking.
Perusahaan juga akan menggunakan belanja modal untuk menambah 6-8 kantor tahun ini.
Bank Sinarmas (BSIM) tidak membagikan dividen hasil kinerja tahun lalu. Padahal, laba bersih perusahaan naik 100,19 persen.
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Menjelang Spin Off, BTN Syariah Panen Penghargaan
- Elitery Catat Pertumbuhan Positif di 2024, Pendapatan Meningkat 50%
- Januari 2025, Laba Bersih BNI Tumbuh Capai Rp1,63 triliun
- Bank Sinarmas Hadirkan Layanan Setor & Tarik Tunai di Kantor Pos Indonesia
- BSI Cetak Laba Bersih Rp 7,01 Triliun di 2024, Tumbuh 22,83% Secara Tahunan