Lacak Jejak Gamelan Kuno sampai ke Gresik

Meski sudah 37 hidup di Amerika, Sumarsam masih fasih berbicara bahasa Jawa. Begitu pun anak pertamanya. ’’Soalnya anak saya yang pertama lahir di Jawa. Beda dengan anak kedua saya. Dia tidak bisa berbicara bahasa Jawa sama sekali. Dia lahir di Amerika. Makanya, dia juga jadi warga negara sana,’’ imbuhnya.
Anak pertama Sumarsam (perempuan) sudah memberikan dua cucu kepadanya dari pernikahannya dengan seorang lelaki lulusan criminal justice di sebuah perguruan tinggi di Amerika. ’’Menantu saya itu polisi di sana,’’ kata penulis buku Gamelan yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerbit Pustaka pelajar (2005) itu.
Apa resepnya bisa betah tingal di negeri orang? Sumarsam tersenyum. Menurut dia, semangat hidup yang membuatnya terus bisa bertahan di negeri Paman Sam itu. ’’Saya tidak pernah mau berhenti dan nganggur,’’ katanya. Kalau tidak sedang mengajar, Sumarsam mengisi hri-jarinya dengan melakukan riset dan penelitian. (el/jpnn)
Ki Sumarsam, doktor ahli gamelan yang sudah 37 tahun mengajar di Wesleyan University, Amerika, pulang ke tanah air untuk menelusuri jejak peninggalan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara