Lagi Mengajar, Guru Ditikam
Jumat, 01 Juni 2012 – 09:24 WIB

Lagi Mengajar, Guru Ditikam
INDERALAYA – Puluhan murid kelas IV SDN 16 Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin (31/5), histeris dan ketakutan atas pemandangan yang mereka lihat. Informasi yang dihimpun, pelaku MA dan istrinya, Epilia Saraswati (38), sudah bercerai enam bulan lalu setelah sempat ditalak tiga. ”Memang setelah bercerai, MA (pelaku,red) sering mengancam keluarga kami. Dia merasa tidak senang dengan perceraian tersebut, mengira korban yang mendorong anaknya untuk bercerai dengan MA,” kata salah seorang keluarga korban, yang ikut menunggui korban di ruang UGD RSUD Kayuagung.
Bagaimana tidak, guru mereka yang sedang mengajar di dalam kelas, Suhaila (59), tiba-tiba diserang dan dihujami tusukan di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Pelakunya, tak lain mantan menantu korban sendiri, berinisial MA (39).
Baca Juga:
Akibatnya, korban harus dilarikan ke RSUD Kayuagung dan hingga sore belum sadarkan diri. ”Pelaku masih dalam pengejaran, motif penganiayaan itu pelaku hendak mengajak rujuk istrinya yang merupakan anak korban. Namun lantaran sudah ditalak tiga, keluarga korban mungkin tidak menyetujuinya, begitu juga istrinya sendiri enggan kembali pada pelaku,” kata Kapolsek Tanjung Raja AKP Edi Siregar, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Herman.
Baca Juga:
INDERALAYA – Puluhan murid kelas IV SDN 16 Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin
BERITA TERKAIT
- Polisi Ciduk Oknum Guru Ngaji yang Sodomi Bocah Usia 8 Tahun di Makassar
- Polisi Bongkar Sindikat Penadah Mobil Curian di Serang
- 4 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pengeroyokan di Kelapa Gading
- Polres Metro Jakbar Tangkap Preman yang Duduki Lahan di Daan Mogot
- Kedapatan Bawa 22 Paket Sabu-Sabu, Dua Pria Ditangkap
- 3 Polisi di Jepara Terbukti Konsumsi Sabu-sabu, Sanksi Menunggu Mereka