Lakukan Berbagai Terobosan, Pupuk Indonesia Lampaui Target Kinerja 2021

Bakir mengungkapkan pencapaian tersebut tidak terlepas dari program transformasi bisnis perusahaan, yang ditandai dengan sentralisasi sejumlah bidang strategis untuk menghasilkan value creation, atau nilai tambah bagi holding maupun anak perusahaan.
Proses transformasi ini juga berhasil mencatat kinerja pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA 2021 sebesar Rp 14,18 triliun.
Nilai ini kata Bakir, jauh di atas realisasi EBITDA 2020 sebesar Rp 9,81 triliun.
Peningkatan ini berasal dari penjualan sektor retail, baik melalui Retail Management maupun Program Makmur.
Selain itu, upaya tersebut juga berkat perubahan mindset perusahaan dari sebelumnya production centric menjadi perusahaan yang lebih berorientasi pada pelanggan.
Dengan mindset baru ini, Pupuk Indonesia berhasil meningkatkan kinerja penjualan, terutama untuk pasar retail.
Berbagai terobosan dalam program transformasi bisnis tersebut terbukti membuahkan hasil yang sangat positif.
Hal ini terlihat dari nilai pendapatan konsolidasi Pupuk Indonesia yang mencapai sebesar Rp 78,6 triliun atau 107% dari target RKAP 2021 sebesar Rp 72,9 triliun.
Ke depan, Pupuk Indonesia juga akan terus berorientasi pada pelanggan dengan memperkuat pangsa pasar produk pupuk retail.
- Perhutani Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Batam & Baubau
- Pupuk Kaltim Fasilitasi Ratusan Pemudik Asal Bontang & Samarinda ke Kampung Halaman
- Aset BUMN Tak Cukup Tutupi Utang, Pengamat: Ini Tanda Bahaya Serius
- Gelar Program Mudik Gratis 2025, Bank Mandiri Lepas 8.500 Pemudik dengan 170 Bus
- Kementerian BUMN Lepas Peserta Mudik Gratis dengan 200 Kota Tujuan
- Petrokimia Gresik Siapkan Pupuk 431 Ribu Ton saat Lebaran, Stok Aman