Lamanya Pengurusan dan Pembatasan Jumlah Visa Pasangan di Australia Dikritik

"Ini kehamilan yang sulit dan saya kira layanan medis di Bosnia dan Herzegovina atau di tempat lainnya tidaklah sebanding dengan apa yang kita miliki di Australia," katanya.
"Tetapi saya tidak membayangkan akan berpisah dengan suami saya begitu lamanya."
Demir Cancar tidak menyaksikan sendiri kelahiran anak pertamanya, namun tiba di Australia 10 hari kemudian ketika visa turisnya keluar dan tinggal selama tiga minggu sebelum kembali ke Eropa.
"Saya yang mengurusi bayi saya sendiri selama delapan bulan terakhir, dan ini sudah memberi beban emosi dan fisik besar bagi saya," kata Belma Cancar.
"Berat sekali, sebagai ibu yang baru pertama melahirkan, ada begitu banyak pengalaman baru yang saya alami, dan berharap ada pasangan yang bisa membantu."

Di Brisbane, Queensland ayah dengan empat anak, Shirshore Hirad harus membesarkan tiga orang anaknya sendirian, sementara istrinya Muna Ismail tinggal di Malaysia dengan anak paling bungsu mereka.
Pasangan ini menikah di Somalia di tahun 2012 dan di tahun 2017 berencana pindah ke Australia.
Kritikan terhadap lamanya proses pengurusan visa pasangan untuk menetap di Australia semakin banyak, diantaranya dari mantan sekretaris Departemen Imigrasi Australia Abul Rizvi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana