Lancarkan Perizinan Investasi, Pemerintah Bakal Tata Ulang BKPM

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berencana melakukan penyederhanaan prosedur perizinan untuk investasi dalam negeri. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk penyederhanaan itu pemerintah ingin memperkuat peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai lembaga yang mengatur investasi dari luar negeri.
"Contohnya gini, kita ingin kembalikan lagi BKPM menjadi lembaga kuat untuk untuk investasi. Perlu restrukrisasi BPKM," ujar JK di kantor Wapres, Jakarta, Rabu, (12/11).
JK belum merinci rencana restrukturisasi itu. Namun, menurutnya, akan lebih mudah investor asing untuk mengurus segala perizinan di satu pintu yaitu melalui BKPM.
"Sehingga mereka tidak perlu kemana untuk itu," sambungnya.
Selain itu, JK juga merasa perlu ada pengaturan pajak lebih baik lagi. Tidak dijelaskan secara rinci mengenai hal itu. Namun, menurutnya, hal itu juga penting dalam dunia investasi dalam negeri. Keputusan mengenai penyederhaan perizinan dan pajak itu, ujarnya, akan dibahas pekan ini.
"Perlu pengaturan pajak lebih baik lagi sehingga orang tidak perlu bayar pajak di depan. Sehingga mereka tidak perlu bayar PBB yang seluas itu. Contohnya seperti itu," tandas JK. (flo/jpnn)
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berencana melakukan penyederhanaan prosedur perizinan untuk investasi dalam negeri. Menurut Wakil
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way
- Kapolri Jamin Harga Pangan Stabil Sesuai HET Saat Ramadan
- Ini Solusi Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK
- Prabowo Tegur Seskab Teddy Gegara Tak Undang Jokowi Saat Peluncuran Bank Emas
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan