Langkah ini Diyakini Ampuh Menekan Angka Tawuran, Semoga
jpnn.com, SUKABUMI - Maraknya aksi tawuran para pelajar harus ditekan sedini mungkin.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi menilai ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menekannya.
Antara lain, mengimbau para guru memantau anak didik, termasuk saat pulang sekolah.
"Kami dari PGRI mengimbau kepada para guru agar mengawasi anak didiknya bukan hanya di dalam sekolah saja, tetapi juga saat siswa pulang sekolah," ujar Ketua PGRI Sukabumi Tb Wahid Ansor, di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (14/12).
Menurut Wahid, jam pulang sekolah merupakan saat yang rawan.
Para pelajar biasanya berkumpul dengan teman-temannya yang dikhawatirkan malah merencanakan sesuatu seperti tawuran.
Karena itu, para guru harus benar-benar mengawasi anak didik pada jam tersebut dan memastikan seluruhnya pulang ke rumah masing-masing.
Langkah lain, setiap murid juga harus diberi pemahaman tawuran bukan budaya di Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini diyakini bakal ampuh untuk menekan angka tawuran, semoga terwujud dengan baik.
- 5 Berita Terpopuler: Menteri Ikut Bicara soal Kasus Guru Honorer Supriyani, KPAI juga Bergerak, Persaingan Keras
- Kasus Guru Supriyani Dituduh Memukul Anak Polisi, KPAI Minta PGRI Tak Lakukan Diskriminasi
- 5 Berita Terpopuler: Kronologi Guru Honorer Supriyani Dimintai Uang Damai Rp 50 Juta, Juga Didakwa Pasal Berlapis
- Selebaran PGRI Kasus Guru Honorer Supriyani Bikin KPAD Prihatin
- Lihatlah Solidaritas Guru Berseragam PGRI untuk Honorer Supriyani, Mengharukan
- Ini Kata Polisi soal Guru Honorer Supriyani Dimintai Uang Damai Rp 50 Juta