Langkah Mudah Mengetahui Aplikasi Asli atau Palsu
Rabu, 14 Oktober 2020 – 03:01 WIB

Ilustrasi sejumlah aplikasi di hp. Foto: ridho
Malware tersebut dapat berupa dari yang sederhana, seperti menampilkan iklan, hingga yang paling parah dapat mengunci akses ke ponsel, yang artinya meminta uang tebusan yang biasanya dalam bentuk bitcoin.
Charles menyebut modus kejahatan siber tersebut Ransomeware 2.0.
"Kalau Anda tidak serahkan maka informasi yang ada dalam handphone tersebut, termasuk foto-foto, chatting itu mereka ancam tidak akan dikembalikan bahkan mereka akan ekspos ke publik," ujarnya.
Charles menambahkan mendeteksi secara keseluruhan sebuah aplikasi bebas malware merupakan hal yang sulit, tetapi jika langkah proteksi dilakukan maka dapat meminimalisir ancaman kejahatan siber. (antara/jpnn)
Bahkan di toko aplikasi seperti Play Store saja masih ada 30 persen aplikasi yang mengandung malware.
Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha
BERITA TERKAIT
- Jaga Keamanan Data Pasien, RS Atma Jaya Gandeng ITSEC Asia
- Indonesia Cyber Crime Combat Center Hadir untuk Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Daring
- Telkom Hadirkan Solusi Keamanan Siber Tanpa Kompromi Lewat BigBox AI
- Coretax Sering Galat, Sri Mulyani Janji Bakal Perbaiki Sistem
- Strategi Singapura Dalam Menghadapi Ancaman Keamanan Siber Global
- Libur Natal, Taman Margasatwa Ragunan Dipadati Lebih dari 35 Ribu Pengunjung