Langkah NFA Stabilkan Harga Telur

Lebih lanjut Arief mengatakan NFA telah merumuskan langkah penguatan sektor perunggasan secara berkelanjutan pada beberapa minggu terakhir, di antaranya melalui penyusunan rancangan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) yang telah dibahas bersama seluruh stakeholder perunggasan nasional. Karena HAP ini tidak dijalankan maka kami akan lakukan Operasi Pasar.
Hasil pembahasan mengusulkan HAP Jagung Pipil Kering KA 15% Rp4.200/kg di tingkat petani, dan Rp 5.000/kg di tingkat peternak.
HAP telur ayam ras Rp 22.000 sampai dengan Rp 24.000/kg di tingkat peternak, dan Rp 27.000/kg di konsumen.
Selain itu, juga dilakukan penyusunan skema penyerapan hasil ternak unggas oleh BUMN pangan yaitu Bulog dan PT Berdikari sebagai member Holding BUMN Pangan dan juga Private Sector.
"Jadi, solusi penguatan sektor perunggasan yang kami siapkan sifatnya in line. Di hilir kami dorong BUMN Pangan lakukan penyerapan, di hulu kami amankan kepastian harganya melalui regulasi HAP, sehingga semuanya terukur," ungkap Arief. (rhs/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Badan Pangan Nasional atau NFA berkoordinasi bersama asosiasi peternak layer dan broiler guna mengetahui penyebab harga telur melonjak.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Rutin Mengonsumsi 5 Makanan Ini, Kolesterol Bakalan Makin Tidak Terkendali
- 6 Makanan Kaya Vitamin K yang Bisa Anda Konsumsi
- Rutin Mengonsumsi 8 Makanan Ini, Kesehatan Otak Tetap Terjaga
- Truk Pengangkut Telur & Sembako Terbalik di Jalintim, Kapolres Pelalawan Langsung Atur Lalu Lintas
- 10 Makanan untuk Kesehatan Mata yang Baik
- 5 Makanan yang Ramah untuk Penderita Diabetes