Lansia LGBT di Australia Takut Tinggal di Panti Jompo


ABC News: Brendan Esposito
Ia mengatakan banyak anggota LGBTQ yang sempat hidup bebas sebagai 'queer' namun harus kembali menyembunyikan identitas mereka dengan semakin bertambahnya usia.
"Selalu ada risiko ketika mereka terbuka, [yaitu] akan diperlakukan dengan tidak hormat atau mengalami kekerasan," katanya.
"Ini terutama dirasakan oleh anggota LGBTQ yang lebih tua karena mereka sudah bertahun-tahun mengalami diskriminasi yang sah secara hukum, bahkan, bisa dijatuhkan sanksi."
Menurut Claire, usia perawatan adalah masa yang rentan, dan "merupakan waktu di mana tidak ada orang yang mau menempatkan dirinya pada posisi yang bahkan lebih rentan dengan mengungkapkan [orientasi seksual]."

ABC News: Brendan Esposito
Claire melihat orang seperti Geoffrey enggan tinggal di panti jompo yang milik kelompok keagamaan.
Geoffrey Ostling, lansia LGBT di Australia menceritakan pengalamannya tinggal di panti jompo negara tersebut
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi