Lantik Satgas Crew 8, Wamentrans Optimistis Indonesia Swasembada Pangan
Viva Yoga juga menilai peningkatan produktivitas melalui manajemen modern akan menjadi kunci dari petani agar bisa meraih keuntungan dari hasil panennya.
"Bertani bagi para petani itu bukan sekadar mencari nafkah, tetapi bagian dari way of life, sebagai jalan hidup mereka," ucapnya.
Namun, problem utama dewasa ini banyak kaum muda enggan untuk bertani. Kaum muda lebih memilih ikut proses urbanisasi.
Banyak yang lebih memilih menjadi buruh pabrik di kota-kota besar dengan penghasilan yang rendah karena bertani tidak untung.
"Karenanya perspektif itu perlu diubah, bahwa petani itu bisa menjadi orang kaya," ucapnya.
Viva Yoga menilai perlu transformasi budaya untuk mewujudkan hal tersebut. Pasalnya, tanah Indonesia merupakan sekeping surga yang sangat subur.
"Di sini semuanya serba tumbuh. Untuk membangun swasembada pangan saya rasa dengan luas lahan Indonesia dan tingkat kesuburan yang sangat luar biasa karena di daerah khatulistiwa. Ini akan memberikan dampak yang luar biasa," ucapnya.
Viva Yoga optimistis Indonesia akan mampu swasambada pangan karena di Indonesia hanya ada dua musim.
"Hanya dua musim, tanaman cepat tumbuh besar karena setiap hari ada matahari. Masa kalah dengan negara yang empat musim. Jadi, cara berpikirnya sederhana, masa tidak bisa," kata Viva Yoga. (gir/jpnn)
Wamentrans Viva Yoga Mauladi mengatakan Indonesia mampu swasembada pangan saat melantik Satgas Ketahanan Pangan Nasional Crew 8.
Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang
- Putri Zulhas Singgung Pentingnya Kemandirian Pangan saat Workshop PAN
- Anak Buah Prabowo Yakin 2025 Indonesia Bebas dari Impor
- Mentrans Iftitah: PATRI Bisa Berkolaborasi Membangun Negeri
- Mendagri Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Irigasi di Daerah untuk Swasembada Pangan
- Jubir Kementrans: Calon Transmigran Gunungkidul Sudah Diberangkatkan ke Sumbar
- Viva Yoga Ungkap Rencana Kementrans Bangun Industri Coklat di Kawasan Transmigrasi