Lanud Wiriadinata Disiapkan untuk Layani Penerbangan Komersial
jpnn.com - TASIKMALAYA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan mendukung Landasan Udara (lanud) TNI AU Wiradinata Tasikmalaya, Jawa Barat segera dioperasikan melayani penerbangan komersial.
Hal itu disampaikan Budi saat meninjau Lanud Wiriadinata, Sabtu (12/11).
"Potensi Tasikmalaya bisa dikembangkan melalui pengembangan bandara (Wiriadinata) ini. Walaupun ada beberapa kendala, pengembangan bandara ini bisa dilakukan secara bertahap," ujar Budi.
Adapun beberapa kendala pengembangan Lanud ini antara lain, masih adanya tanki milik Pertamina, yang lokasinya berdekatan dengan Lanud, dan lokasi yang berdekatan dengan bukit.
"Nanti kami lihat, apakah lokasi tanki Pertamina tersebut bisa dipindahkan. Bagaimana nanti kompromi yang dilakukan Pemda dan pihak Lanud. Tapi kalaupun tidak bisa, dengan kondisi ini masih bisa dioperasikan, tapi dengan pesawat maksimal berjenis ATR dan dioperasikan secara terbatas," jelas Budi.
Budi menyerahkan hal itu kepada pemda dan pihak Lanud untuk membahas masalah pihak yang mengelola bandara komersial ini.
Salah satu kewajiban pengelola bandara adalah segera melengkapi kekurangan persyaratan agar segera mendapatkan izin operasi dari Kemenhub.
"Beberapa syarat-syarat yang masih harus dilengkapi seperti peralatan PK-PPK (pemadam kebakaran), x-ray, dan penyusunan organisasinya. Dalam penerbangan, unsur safety sangat penting," imbuhnya.
Mantan dirut AP II ini menyatakan optimistis dalam satu bulan ke depan, bandara ini bisa segera dioperasikan untuk penerbangan komersial apabila syarat-syarat tersebut telah terpenuhi.(chi/jpnn)
TASIKMALAYA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan mendukung Landasan Udara (lanud) TNI AU Wiradinata Tasikmalaya, Jawa Barat segera
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- DAMRI Hadirkan Layanan Bandung-Yogyakarta PP, Sebegini Tarifnya
- inDrive Perkuat Komitmennya Terhadap Inovasi dan Pertumbuhan di Indonesia
- Menko Airlangga Dukung Kerja Sama Strategis RI-Emirat Arab di Sektor Energi Dipercepat
- BI Buka Suara soal USD yang Disebut Anjlok di Google
- Catat, Maret 2025 Tidak Ada Lagi Pengecer Gas 3 Kilogram
- Konon, Penguatan Ekonomi Jadi Dasar Pemerintah Ingin RUU BUMN Cepat Disahkan