Lebih Dari 11 Ribu Anak-Anak Indonesia Kehilangan Orangtua Mereka Selama Pandemi

Kanya dari Kemensos RI mengatakan pernikahan anak-anak di bawah umur sudah terjadi selama ini di beberapa bagian di Indonesia sebagai salah satu cara keluarga untuk llepas dari tanggung jawab dalam mengurusi mereka.
“Proses yang dilakukan pekerja sosial di lapangan adalah untuk mencegah. Bahkan kita berusaha menyampaikan bahwa itu adalah situasi yang buruk sekali untuk anak,” katanya. “Tapi kalau memang ada kasus-kasusnya di lapangan seperti itu, itu adalah bagian dari keterbatasan kami karena memang tenaga Kemensos sedikit, tapi juga memang ada kebiasaan yang juga sulit sekali dikendalikan di kita di mana hal-hal seperti itu adalah jalan pintas yang diambil.”
Ada ratusan anak minta bantuan
Permintaan bantuan juga disampaikan kepada sebuah kegiatan independen bernama Kawal Masa Depan.
Sejak diluncurkan tiga minggu lalu, organisasi tersebut sudah mendapat bantuan lebih dari Rp1 miliar lewat penggalangan dana secara online.
Dalam jangka panjang, mereka bermaksud memberikan dukungan kepada 10 ribu anak yatim piatu, dan sejauh ini sudah mendapatkan 600 permintaan bantuan.
Kalis Mardiasih, seorang relawan yang membantu program tersebut, mengatakan fokus inisiatif mereka adalah pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak-anak yatim piatu.
“Di batch pertama itu kan fungsinya merespon masa krisis. Jadi kita kasih satu juta rupiah bentuknya, baik yang santunan maupun beasiswa pendidikan,” katanya.
“Asumsinya adalah ya biar mereka bisa lanjut makan, biar bisa melanjutkan hidup."
Sekitar 11 ribu anak-anak di Indonesia kehilangan satu atau kedua orang tua di masa pandemi COVID-19
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana