Lebih Sering Membaca Alquran atau Buka WhatsApp?
jpnn.com, JAKARTA - Ramadan buat umat Islam bukan hanya soal kemuliaan berpuasa selama sebulan penuh, tetapi juga sebagai Bulan Ibadah, Bulan Solidaritas, dan tentu saja Bulan Alquran.
Sebagai Bulan Ibadah, ditandai serangkaian ibadah (puasa, salat tarawih, tadarus Alquran, iktikaf, sedekah, dan zakat) yang pahalanya berlipatganda.
Sedangkan sebagai Bulan Solidaritas ditandai dengan puasa dan sedekah atau zakat yang mendorong manusia empati pada kaum miskin serta yatim piatu.
Sebagai Bulan Alquran, ada dua peristiwa penting terkait Alquran dalam Bulan Ramadan yakni Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar.
Para ulama menyebut kedua peristiwa itu sebagai turunnya Alquran.
Bedanya, Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan itu merupakan turunnya wahyu pertama berupa Surah Al Alaq ayat 1-5 dari Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.
Sementara Lailatul Qadar yang berlangsung pada salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan malam yang lebih baik daripada seribu bulan itu, merupakan turunnya Alquran dari Lauhul Mahfudz ke dunia.
Keistimewaan Alquran itu seperti digambarkan sebagian ulama dengan ungkapan bahwa 'Jibril turun membawa Alquran, maka ia pun menjadi malaikat yang paling agung.
Bacalah Alquran, karena sesungguhnya Alquran itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya.
- Sambut Libur Akhir Tahun, WhatsApp Hadirkan Fitur Baru, Seru!
- Aspire dan Interkat by Jio Haptik Dukung Social Sellers Lewat Fitur WhatsApp
- WhatsApp Kembangkan Fitur Balas Cepat Pesan Suara
- Sambut Libur Akhir Tahun, WhatsApp Tingkatkan Fitur Panggilan
- WhatsApp Uji Coba Fitur Notifikasi Pesan yang Belum Dibaca
- WhatsApp Meluncurkan Fitur Meta AI, Begini Cara Menggunakannya