Legislator Minta 7 Kunci Pengendalian Inflasi Benar-Benar Terjaga

Komoditas ini memiliki efek kejut yang signifikan terhadap inflasi.
“Kebijakan menaikkan harga komoditas tersebut harus memperhatikan secara cermat dan komprehensif sehingga tidak menghantam daya beli masyarakat yang sekarang sedang turun," ucapnya.
Selanjutnya yang keenam, adalah Instrumen fiskal harus dioptimalkan sebagai shock absorber (peredam) misalnya melalui penebalan jaring pengaman sosial untuk masyarakat menengah-bawah.
Dia mengatakan subsidi beberapa komoditas antara lain, pupuk, kedelai, dan minyak goreng.
Selain itu penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat berupa, Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng, BLT dana desa, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU) harus terus disempurnakan sehingga bisa tepat sasaran dan efektif.
Ketujuh, kata Andreaa, pemerintah daerah juga dapat mengoptimalkan dana tak terduga dalam APBD.
"Alokasi dana tak terduga 2022 mencapai Rp 14 triliun, namun sampai dengan Agustus 2022 baru digunakan Rp 1,8 triliun. Dana tak terduga dalam APBD dapat digunakan pemda untuk memberikan subsidi atau kompensasi," tegas Andreas. (mcr10/jpnn)
Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diminta benar-benar serius dalam mengendalikan inflasi.
- Transformasi Digital sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi di Era Perang Dagang Global
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia