Lelang GKR Bisa Ciptakan Harga Gula Terbaik
jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai kebijakan lelang gula kristal rafinasi (KGR) yang dilakukan pemerintah adalah langkah positif mendapatkan harga terbaik.
Karenanya, Bhima mendukung kebijakan ini sebagai bagian upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelesaikan masalah rembesan GKR ke pasar konsumsi.
"Melalui lelang harga lebih adil kemudian tata niaga diperbaiki petani kecil bisa akses," ujar Bhima saat dihubungi, Rabu (14/6).
Hanya saja, Bhima meminta kepada pemerintah agar memerhatikan masalah di hulu industri gula nasional.
Seperti belum maksimalnya kapasitas produksi gula nasional karena mayoritas pabrik masih menggunakan mesin-mesin lama sehingga tidak produktif.
Menurut dia, ini juga menyebabkan banyak terjadi rembesan.
"Ini berkaitan dengan impor. Ini kan kapasitas produksi bermasalah, pengawasan lemah. Jadi, di sektor hulu harus diperbaiki," katanya.
Bhima menambahkan, mekanisme melalui lelang sebagai bagian pembenahan di hilir sah-sah saja dilakukan.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai kebijakan lelang gula kristal rafinasi (KGR) yang dilakukan
- 5 Tanda Anda Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula, Nomor 3 Bikin Wanita Khawatir
- Pasokan Gula Rafinasi Terganggu? Kemenperin Bilang Begini
- Satgas Pangan Polda Jatim Bongkar Penimbunan Gula di Gudang PT KTM Lamongan
- Gula Rafinasi Langka, Aturan Menperin Harus Dikaji Ulang
- Pemerintah Terbitkan Permenperin No 3/2021, Industri Mamin di Jatim Meradang
- Waduh! Gula Rafinasi di Jatim Langka, Pengusaha Mamin Surati Bu Khofifah