Lelang GKR Bisa Ciptakan Harga Gula Terbaik
Namun, Bhima mengingatkan, itu juga harus diiringi dengan memperbaiki masalah di hulunya agar industri juga tidak mengeluh karena khawatir sulit mendapatkan GKR.
Ketua Umum Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil menyambut baik dikeluarkannya kebijakan lelang gula rafinasi yang dikelola melalui bursa.
Menurutnya, model ini bisa membuat penjualan gula rafinasi lebih transparan sehingga penjualannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasar industri.
Sebab, selama ini tidak transparan. Karenanya, tidak heran jika pasar konsumsi dibanjiri gula rafinasi yang berakibat petani tebu sangat dirugikan karena kalah bersaing dengan produk gula yang semestinya hanya boleh dijual ke industri makanan dan minuman.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu memerhatikan protes yang dilontarkan sejumlah pihak yang menentang bursa.
"Mereka adalah kelompok pengusaha abu-abu yang terbiasa melakukan pelangaran aturan," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya menyebutkan lelang GKR dapat segera dilaksanakan menyusul penetapan PT PKJ sebagai penyelenggara pasar lelang oleh Kemendag melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 684/M-DAG/KEP/5/2017 tentang Penetapan Penyelenggara Pasar Lelang Gula Kristal Rafinasi. (boy/jpnn)
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai kebijakan lelang gula kristal rafinasi (KGR) yang dilakukan
Redaktur & Reporter : Boy
- 5 Tanda Anda Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula, Nomor 3 Bikin Wanita Khawatir
- Pasokan Gula Rafinasi Terganggu? Kemenperin Bilang Begini
- Satgas Pangan Polda Jatim Bongkar Penimbunan Gula di Gudang PT KTM Lamongan
- Gula Rafinasi Langka, Aturan Menperin Harus Dikaji Ulang
- Pemerintah Terbitkan Permenperin No 3/2021, Industri Mamin di Jatim Meradang
- Waduh! Gula Rafinasi di Jatim Langka, Pengusaha Mamin Surati Bu Khofifah