Lestari Moerdijat Dorong Strategi Pembelajaran Berorientasi Terhadap Perubahan Pola Pikir

jpnn.com, DENPASAR - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyampaikan diperlukan kerja bersama dan berkelanjutan untuk membangun kapabilitas nasional dalam proses transformasi menuju Indonesia yang lebih baik.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri United In Diversity Foundation 20th Anniversary dengan tema Transforming System for Our Common Future: A Call to Collective Action di UID Bali Campus, Sabtu (19/11).
"Menghadapi kesenjangan sosial yang semakin menguat, dibutuhkan kerja bersama berbasis pembelajaran yang menjamin kelangsungan hidup generasi masa depan yang lebih baik," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Minggu (19/11).
Menurut Lestari, pembelajaran berbasis prinsip leading from emerging future yang berorientasi pada perubahan pola pikir dari kesadaran egosistem ke realitas ekosistem sangat krusial untuk menghadapi realitas terkini.
Dia mengingatkan saat ini kita menghadapi digitalisasi yang membuat perubahan luar biasa dan tidak bisa dielakkan mengubah pondasi eksistensi manusia.
"Harus diakui, saat ini kita menghadapi situasi yang sangat paradoks," kata Rerie yang akrab disapa.
Di satu sisi, lanjut dia, digitalisasi dinilai membangkitkan optimisme dengan berbagai peluang yang tercipta.
Namun di sisi lain kelompok yang skeptis memandang digitalisasi justru meningkatkan depresi dan ketakutan karena standar kehidupan yang berubah.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menghadiri United In Diversity Foundation 20th Anniversary di UID Bali Campus, simak pernyataannya
- Waka MPR Akbar Supratman Sesalkan Dugaan Penghinaan Kepada Ulama Sulteng Habib Idrus
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan
- Terima Aspirasi IOJI, Wakil Ketua MPR Komitmen Perjuangkan Konstitusi Pro Lingkungan
- Soroti Menurunnya Jumlah Pendaftar ke Perguruan Tinggi, Begini Kata Wakil Ketua MPR
- Anggota Dewan DIY Dorong Terwujudnya Regulasi Smart Province
- Waka MPR dan Dirut BEI Bahas Penguatan Regulasi Perdagangan Karbon di Indonesia