Lewat Budi Daya Ikan Nila, Freeport Dukung Petani Lokal

Untuk kegiatan budidaya ini, pihaknya melibatkan masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar tempat tersebut, karena dibutuhkan perawatan dan pemberian makan yang rutin sehingga budidaya berhasil dilaksanakan.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Leonardus Tumuka mengatakan, dengan adanya kegiatan budidaya ini diyakininya bisa bermanfaat secara ekonomi ke depannya.
“Dengan adanya hal ini masyarakat juga bisa memperoleh ilmu terkait dengan tata cara budidaya, kemudian bisa melihat prosesnya, disertai dengan pendampingan yang dilakukan," jelas Leonardus.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Komoro (LPMAK) Agus Takati mengatakan pihaknya sangat mendukung program yang dilaksanakan oleh Freeport ini.
“Kami akan melakukan pantauan secara rutin untuk melihat perkembangan budidaya yang dilakukan kelompok masyarakat ini. Jika ke depan masyarakat sudah mampu, maka pengembangan tentunya sangat bisa dilakukan," ucap Leonardus.
Dari hasil uji coba yang dilakukan, budidaya ikan dengan Keramba Jaring Apung ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu mudah dalam proses penyortiran, mudah dalam proses panen, aman dari predator atau pemangsa lain, lebih aman dari penyakit, dan aman dari banjir.(chi/jpnn)
Pembudidayaan ini merupakan uji coba yang kedua dan pihaknya mulai menebar bibit ikan ini pada Juni 2017 atau sekitar 4 bulan lalu.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Resmikan Fasilitas Freeport di Gresik, Prabowo Berpesan Tegas soal Hilirisasi
- Dapat Suntikan Dana Segar dari Freeport, PSBS Biak Termotivasi Tingkatkan Performa
- Dukung PSBS Biak, PT Freeport Indonesia Salurkan Dana Sebesar Rp 8 Miliar
- Kewajiban Freeport Kepada Papua Belum Selesai
- Bos Freeport Sebut Smart Mining Lebih Aman & Produktif
- Perdana, Freeport Indonesia Kirim Emas Batangan Ratusan Miliar ke PT Antam