Lewat Cara ini GAPERO Dukung Pemerintah Tekan Jumlah Perokok Anak

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (GAPERO), Sulami Bahar menyatakan dukungannya terhadap pemerintah dalam menekan prevalensi merokok anak.
Menurut Sulami faktor dominan penyebab rokok usia dini karena ada anggota keluarga yang juga merokok, pendidikan, lingkungan sosial, teman sekolah dan kondisi psikologis, dan lain-lain.
“Tentunya kami sendiri dari industri rokok tidak menghendaki adanya kenaikan prevalensi merokok anak karena kami sudah mengikuti peraturan pemerintah,” tutur Sulami.
Sulami menilai harga rokok mahal tidak menjamin penurunan prevalensi anak merokok. Satu bukti penelitian, 43 persen jika harga rokok naik, akan memilih beralih ke produk lain.
Sedangkan sebanyak 57 persen tidak beralih produk rokok, sehingga harga yang berubah tidak berpengaruh terhadap perubahan konsumsi rokok usia dini.
Karena itu dia berharap, pemerintah bisa fokus dalam mengoptimalisasi kebijakan yang sudah ada.
Di antaranya seperti program pendidikan wajib belajar, pengadaan program sosialisasi di sekolah, maupun kegiatan di tingkat desa bagi orang tua tentang pengaruh merokok di usia dini, penegasan aturan tentang pemasaran terbatas.
Kemudian pengoptimalan berbagai program peningkatan taraf hidup masyarakat, dan program pemberian susu dan makanan bergizi secara gratis bagi balita Indonesia melalui Posyandu.
Harga rokok mahal tidak menjamin penurunan prevalensi anak merokok. Satu bukti penelitian, 43 persen jika harga rokok naik, akan memilih beralih ke produk lain.
- Edukasi Penggunaan Produk Tembakau Alternatif Penting Dilakukan
- Bea Cukai Malang Ajak Satlinmas dan Masyarakat Gempur Rokok Ilegal Lewat Kegiatan Ini
- Eks Direktur WHO Sebut 3 Faktor Penghambat Turunnya Prevalensi Merokok di Indonesia
- Jangan Sampai Anak Kekurangan Zat Besi, Simak Penjelasan Ahli
- Bea Cukai Yogyakarta Edukasi Masyarakat Bahaya Rokok Ilegal Lewat Program Beringharjo
- GAPPRI Sarankan Lebih Baik Kampanye Edukasi Dibanding Pembatasan Penjualan Rokok