Lewat Jalur Sutra, Militer Tiongkok Tancapkan Kuku di Afrika
Minggu, 19 Agustus 2018 – 19:59 WIB

Pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Reuters
Tiongkok bersikeras bahwa pangkalan militer itu hanya bertugas menjaga perdagangan dari pembajakan atau misi kemanusiaan. ’’Latihan menggunakan amunisi asli sebenarnya masuk akal mengingat harus ada upaya kontra terorisme,’’ tulis media pemerintah Tiongkok, Global Times.
Baca Juga:
Namun, tetap saja AS geram. Senator James Inhofe dan Martin Heinrich mengolok-olok pemerintah Djibouti yang mengizinkan Tiongkok membangun pangkalan militer. Mereka menyebut Guelleh rela menjual negaranya kepada penawar tertinggi.
’’Baru pertama ada pangkalan militer AS yang terletak berdekatan dengan negara rival,’’ ujar Direktur Departemen Pertahanan Africa Center for Strategic Studies Kate Almquist Knopf. (bil/c7/ttg)
Kisah di Djibouti, sebuah negeri di Afrika Timur, menunjukkan bagaimana Tiongkok memanfaatkan proyek Jalur Sutra untuk kepentingan militer
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Lubang Sama
- Cacar Monyet Jadi Masalah Kesehatan Publik Utama di Afrika
- Afrika Minta Barat Kucurkan Rp 9,2 T untuk Penanganan Cacar Monyet
- China Janji Guyur Afrika dengan Hibah Militer Rp 2,1 T
- Menparekraf: HLF-MSP dan IAF ke-2 2024 Perkuat Citra Indonesia di Kawasan Afrika
- Tutup Forum Parlemen RI-Afrika, Puan: Lawan Kebijakan yang Hambat Kemajuan Negara Berkembang