Lewat Tengah Malam
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Paul cari akal. Ia minta izin untuk ke toilet. Diizinkan. Paul pun menuju toilet. Diikuti oleh David dengan berjarak.
Paul menyalakan lampu toilet. Ia melirik HP yang lagi ia charge di toilet. Ia menuju HP itu. Ia pijit satu tombol. Ia sudah setting: untuk menelepon 911 cukup memijit satu angka di HP itu.
David melihat Paul menggunakan telepon. David tidak menunjukkan sikap agresif atas tindakan Paul itu.
Paul sengaja mengaktifkan speaker di HP agar David tidak curiga. Isi pembicaraan bisa didengar bersama. David menunggu di jarak sekitar 1,5 meter. Sambil tetap memegang hammer di tangan kanan dan untaian zipper di tangan kiri.
"Ini ada orang mencari Nancy Pelosi. Ia menunggu kedatangan Nancy. Tapi Nancy belum akan pulang dalam satu hari ini," ujar Paul dengan nada biasa saja. Ia berharap polisi penerima telepon itu mengerti sendiri bahwa ia dalam posisi perlu pertolongan.
Paul berbicara sambil melirik ke posisi David. Yang dilirik menunjukkan gerak tubuh keberatan. Lewat isyarat Paul diminta menghentikan pembicaraan dan meletakkan telepon itu.
Itu pukul 02.23.
Paul tetap on line. Untuk menenangkan David, Paul berkata bahwa ia tidak memerlukan polisi, pemadam kebakaran atau pun ambulans. Tapi ia bertanya di mana polisi DPR yang biasa menjaga rumahnya.
Anda sudah tahu cerita ini: Paul Pelosi, 82 tahun, adalah suami Nancy Pelosi, juga 82 tahun. Nancy tokoh nasional yang amat penting menjabat ketua DPR AS.
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Prabowo Kirim Tim Lobi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor Donald Trump
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam