Libya Protes Aksi Amerika
Rabu, 09 Oktober 2013 – 08:24 WIB
Keluarganya mengungkapkan, anggota pasukan khusus tersebut mengenakan penutup kepala. Mereka mengepung dan memecahkan kaca mobilnya. Beberapa orang langsung membawa pergi Libi.
Baca Juga:
Libi, yang nama aslinya adalah Nazih Abdul Hamed Al Raghie, merupakan buronan yang paling dicari FBI. Kepalanya dihargai USD 5 juta. Sebab, dia berperan mengebom dua kedutaan besar AS di Tanzania dan Kenya pada 1998. Korban tewas mencapai 224 orang, termasuk 12 warga negara AS.
Saat ini Libi dilaporkan ditahan di dalam kapal angkatan laut AS, USS San Antonio, di Laut Mediterania. Tokoh yang dikenal sebagai lingkaran dalam Osama bin Laden pada periode 1990-an tersebut dikabarkan diinterogasi tim ahli yang dilatih khusus.
"Grup Ahli Interogasi Tahanan" dilaporkan menekan Libi untuk memberikan informasi seluruh jaringan Al Qaeda dan rencana serangan berikutnya. Washington menginginkan Libi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diadili wilayah AS. (AFP/CBS News/cak/c15/dos)
TRIPOLI - Penyergapan pasukan khusus angkatan laut Amerika Serikat, Navy Seal, ke markas Al Qaeda di Libya ternyata menyisakan masalah. Pemerintah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Kemlu RI Berharap PM Israel Benjamin Netanyahu Segera Ditangkap
- Operasi Patkor Kastima 2024 Dimulai, Bea Cukai-JKDM Siap Jaga Kondusifitas Selat Malaka
- Hari Martabat dan Kebebasan, Simbol Ketahanan dan Harapan Rakyat Ukraina
- Gaza Menderita, Otoritas Palestina Tolak Rencana Israel Terkait Penyaluran Bantuan
- Indonesia Merapat ke BRICS, Dubes Kamala Tegaskan Sikap Amerika
- Ngebet Usir Imigran, Donald Trump Bakal Kerahkan Personel Militer