Lihat Nih, Kapal Patroli Laut Jadi Besi Tua

Fransiskus berharap kepada pemerintah, khususnya dinas terkait untuk bisa merawat dan fungsikan kembali kapal patroli itu. Karena sangat disayang sudah dibeli dengan uang rakyat, tapi tidak dirawat dan dibiarkan mubazir.
"Saya tidak tahu kapal ini milik Pemkab Matim atau Pemprov NTT. Juga tidak tahu pengadaan atau bantuan di tahun berapa. Tapi dari kondisinya, usianya masih baru. Bodinya masih sangat utuh, hanya karena warna catnya sedikit pudar. Curiga, mereka tidak mau beroperasi dengan kapal ini, karena mungkin kesulitan anggaran," katanya.
Yusuf, nelayan asal Borong kepada Timor Express mengaku kaget melihat kapal patroli itu parkir di tempat yang tersembunyi dan dibiarkan mubazir. Apalagi itu milik publik. Mestinya armada itu harus bisa beroperasi dalam kegiatan patroli perairan laut wilayah Kabupaten Matim. Itu yang diharapkan oleh nelayan.
"Kalau kapal patroli itu ada, kami nelayan lokal dan tradisional pasti senang. Karena selama ini banyak nelayan yang tangkap ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang seperti bom dan jenis pukat yang dilarang. Lebih anehnya lagi, nelayan dari luar daerah," kata Yusuf.
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Matim, Ignasius Kasimo belum dapat dikonfirmasi karena liburan.(krf3/ays)
Kapal patroli milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, tidak terurus dan
Redaktur & Reporter : Friederich
- Masyarakat Pesisir jadi Korban, Bupati Tangerang Diminta Bertindak
- 5 Berita Terpopuler: Ada Kabar Terbaru soal Gaji Guru PNS & PPPK, Lulusan SMA Bisa dapat Gede, Waduh
- Omongan Menteri Trenggono Disebut Tidak Mendasar oleh Pihak Kades Kohod, Waduh
- Soal Denda Rp 48 Miliar Pagar Laut, Kubu Kades Kohod Bilang Begini
- Kades Kohod Disebut Bersedia Bayar Denda Pagar Laut Rp 48 Miliar
- KKP Turunkan Tim Selidiki Kematian 100 Ton Ikan di Waduk Jatiluhur