Lima Alasan USBN Tidak Pakai Komputer
Alasannya sekolah tidak mau ambil resiko menggunakan komputer yang sudah tertata rapi untuk USBN.
Mereka khawatir jika digunakan untuk USBN, saat pelaksanaan UNBK malah ada gangguan teknis. Sebab perlu ada penyesuaian komputer kembali.
Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB Mansur mengatakan, di sekolahannya juga bakal menyelenggarakan UNBK.
Namun saat USBN yang digelar Senin depan, sekolahannya memilih menggunakan ujian kertas.
Di antara pertimbangan menjalankan USBN dengan komputer adalah menghindari kerumitan memasukkan butir soal ke perangkat lunak UNBK.
’’Banyak guru yang kesulitan untuk memasukkan butir soal ke software UNBK. Akhirnya pilih pakai kertas saja,’’ kata dia.
Pertimbangan lainnya adalah butir soal USBN ada yang berbentuk isian.
Butir soal jenis ini tidak bisa dimasukkan ke sistem aplikasi UNBK yang menuntut butir soal pilihan ganda. Jika dipaksakan, siswa akan mengerjakan dua kali.
Pemerintah awalnya memproyeksikan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) digelar dengan menggunakan komputer. Ternyata di lapangan banyak sekolah
- Kelulusan Siswa SMK di Riau Mencapai 99,67 Persen, Selamat!
- Sri Lanka Alami Kekurangan Kertas, Ujian Sekolah Dibatalkan
- Kemendikbudristek: Ujian Sekolah saat PTM Bisa Luring dan Daring
- Wajib Dibaca! Mendikbud Terbitkan Surat Edaran soal UN, Kesetaraan, dan Ujian Sekolah
- Wabah Virus Corona, Akhirnya Kemendikbud dan DPR Sepakat Meniadakan UNBK
- Wabah Virus Corona, Ridwan Kamil Menginstruksikan UN SMK dan Ujian Sekolah Ditunda