Lima Anggota Bali Nine Sudah Kembali dan Akan Hidup Bebas di Australia
Myuran Sukumaran
Myuran berusia 24 tahun saat ia ditangkap.
Ia dan sesama warga Sydney Andrew Chan menjadi pemimpin dalam rencana penyelundupan tersebut.
Myuran dan Andrew dinyatakan bersalah karena memberikan uang, tiket pesawat, dan hotel kepada tujuh orang lainnya yang bertugas menyelundupkan heroin keluar dari Bali.
Setelah diadili, ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 2006.
Meski ada permohonan berulang kali untuk menyelamatkan hidupnya, dengan pengacara yang mengatakan Myuran sudah mengubah hidupnya di balik jeruji besi, hukuman mati tetap ditegakkan.
Dikenal sebagai seorang seniman berbakat, Myuran menjadi pelukis yang produktif di penjara, menyelenggarakan kelas bagi sesama tahanan agar mereka bisa memiliki keterampilan untuk bekerja setelah keluar dari penjara.
Pada hari-hari terakhirnya sebelum dieksekusi, Myuran dianugerahi gelar 'associate' dalam bidang seni rupa oleh Curtin University dan melukis beberapa karya yang luar biasa.
Ia dieksekusi regu tembak pada tahun 2015, saat berusia 34 tahun.
Kelima anggota Bali Nine tersebut tiba di Australia pada hari Minggu dan ditempatkan di akomodasi sementara.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi